Langsung ke konten utama

Postingan

9) untuk Manusia yang Lupa Diri

manusia yang hidup dalam persepsi selamanya akan terbelenggu dengan berbagai spekulasi menyalahkan orang lain tanpa muhasabah diri karena bisa jadi, semua yang terjadi adalah bentuk dari pilihan yang mudah raib seperti mengikuti ego dengan dalih mengikuti kata hati alih-alih taat, justru jauh dari aturan sang ILLAAHI RABBI manusia selamanya akan hidup pada hal yang tidak pasti selama di dunia ini, satu-satunya kepastian adalah 'tidak pasti' aturan telah hadir untuk dipahami dan ditaati jadi, jika kau bertanya mengapa ini terjadi coba tanyakan lagi, seberapa taat aturan telah kau patuhi jangan sampai kau lupa diri menyalahi yang lain hanya karena tak sama dengan persepsi

8) RETAK

Kebanyakan manusia selalu saja merasa paling tahu akan segala sesuatu dengan berspekulasi alias menduga-duga di atas ketidaktahuannya, memutuskan atas apa yang ia yakini baik untuknya, bertindak atas nalar egonya. Padahal, langkah itulah yang membuat segalanya mudah retak. Saat mereka hancur, mereka malah menyalahkan orang lain yang menurutnya telah merusaknya. Bukankah, dia sendiri yang sudah memutuskan pilihan itu? Wahai manusia pun diriku yang termasuk makhluk terlemah, tolong ingatlah. Kalimat ini untuk ke sekian kalinya harus dilontarkan. Kebenaran itu sudah ada standarnya. Tolong jangan diukur atas baik menurut nalarmu karena itu hanya menjadi pembenaran atas salah yang telah kamu lakukan hingga kamu tak sadar bahwa itu salah atau bahkan kamu sadar itu salah namun mengelak dengan terus mencari alasan. Kembali pada Allah dan sunnah Rasulullaah. Jadi, jika hari ini kau bertanya: "Mengapa seperti ini?" Jawabannya ini adalah dampak dari pilihanmu sendiri. I...

7) Tentang Ruang

Bismillaahirrahmaanirraahiim. Astagfirullaahal’adziim.  Astagfirullaahal’adziim. Astagfirullaahal’adziim . Tiada daya dan upaya selain kekuatan dari-Mu, yaa Allah. Yaa Rabb. Engkaulah sebaik-baik tempat untuk berkeluh kesah. Ampuni hamba-hamba-Mu yang selalu mengeluh akan qadar-Mu. Mungkin bertafakur adalah salah satu cara hamba-Mu untuk berdiskusi dengan-Mu hanya agar kami semua bisa mengambil hikmah dari Engkau, Sang Pencipta dan Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Qadarullaah. Sulit sekali menemukan ruang yang tepat untuk dikatakan nyaman selain menciptakan kata “nyaman” di setiap tempat. Apapun kondisinya, Sulit. Sangat sulit, Di media sosial. Di lingkungan sekolah. Di lingkungan masyarakat luas. Di kumpulan keluarga. Atau mungkin bahkan terjadi pula di dalam rumah. Orang-orang tampak sibuk menjunjung tinggi akan apa yang telah mereka berikan daripada memikirkan apa yang akan seterusnya bisa diberikan. Hakikat kebaikan bukan lagi berlomba-lomba dalam keb...

BOOK REVIEW : Psikologi Pendidikan Anak Usia Dini

PENDAHULUAN Buku yang berjudul Psikologi Pendidikan Anak Usia Dini (Menumbuh-Kembangkan Potensi “Bintang” Anak di TK Atraktif) ditulis oleh kedua psikolog, yaitu Rozi Sastra Purna, M. Si. dan Arum Sukma Kinasih, M. Psi., psikolog. Buku yang diterbitkan pada tahun 2015 oleh PT Indeks – Jakarta, Indonesia ini; berisi paparan mengenai perlunya masyarakat untuk sadar bahwa pendidikan anak usia dini sangat besar pengaruhnya bagi tahaptahap perkembangan anak selanjutnya. Karena pentingnya proses belajar mengajar pada jenjang ini, banyak lembaga pendidikan mendirikan Taman Kanak-Kanak (TK). Namun, banyaknya jumlah Taman Kanak-Kanak belum juga diikuti dengan upaya untuk meningkatkan mutu guru PAUD, peran orang tua, dan peran masyarakat sekitar dalam tahap perkembangan anak usia dini. Sehingga, buku ini hadir dalam rangka mengisi kekosongan akan buku sumber mengenai paparan pengantar bagi guru, orang tua, dan masyarakat dalam mengiringi perkembangan anak usia dini. REVIEW A. RUAN...

6) Menyikapi Kedzaliman - Q&A #1 (part 2/2)

Q&A #1 (part 2/2) Bismillaahirrahmaanirrahiim. I just have to continue my answer of Q&A #1. OK. Tentang menghadapi kedzaliman, jawaban dari Q&A #1 sebelumnya ( part 1/2); itu bukan berarti we don't do anything . Justru ayat tersebut seakan menegaskan untuk kita tidak menyerah dan tidak boleh kalah hanya karena adanya orang yang dzalim terhadap kita. Tapi, bukan serta merta kita bebas membalas dan lain-lain. Tetaplah berbuat baik. Yups. Kita hanya perlu teguh berada di jalan yang benar dan hadapilah kedzaliman dengan kebaikan. Bukan diam dan pasrah gitu aja. Tapi mempertahankan dan harus bisa membela diri dengan cara yang baik. Hadapi musuh dengan elegan. "Mungkin kita terlatih berfikir cepat dalam mengambil keputusan untuk bertindak. Tapi alangkah lebih bijak dan baik bila kita bisa bertindak dengan kepala dingin." (Fazri Kurniawan, 2017 - my little bro) So, tetaplah berbuat baik. Survive. "Kedzaliman akan terus ada bukan karena banyaknya ...

5) Menyikapi Kedzaliman - Q&A #1 (part 1/2)

Q&A #1 (part 1/2) Bismillaahirrahmaanirrahiim . Dari beberapa tulisan yang udah di post , sejauh ini baru ada satu tanggapan berupa pertanyaan diantara beberapa masukan yang masuk via surel (surat elektronik/ e-mail ). Pertanyaan itu cukup mengingatkan aku dan seakan jadi reminder diri buat terus belajar. Yap pertanyaannya adalah "Bagaimana cara kita menyikapi orang yang suka mendzalimi kita? Apakah layak untuk kita maafkan?" Nah, buat jawab pertanyaan tersebut; aku berfikir untuk men share ini di my next post. Dengan tujuan untuk menyampaikan satu ayat suci al-qur'an yang sungguh mendamaikan dan padat dalam menjawab pergolakan batin manusia saat menghadapi manusia. Honestly.. The question made me to remind again. How lucky you are, you've got to make it like reminder me. (●'◡'●)ノ♥. Karena akupun baru mendapatkan jawaban itu tepat dua hari sebelum hal tersebut ditanyakan orang lain kepadaku. Serasa amanat aja buat aku untuk segera mengamalkan apa...

4) Kejahatan Diri Sendiri

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Post kali ini adalah sedikit unek-unek yang pernah sempat aku post di akun instagram. Tepat saat itu (sekitar beberapa bulan yang lalu), aku post saat aku sedang melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMK Pekerjaan Umum Negeri Bandung. Terlintas di pikiranku untuk share  unek-unek yang pernah terbersit selama sekolah dulu dan semakin sedikit miris melihat manusia pemalas yang semakin terbuai dengan canggihnya teknologi. Mereka malas membaca atau mencari tahu kebenaran dari berita atau kabar yang mereka dapatkan. Seakan mereka sama sekali tidak bisa menyaring apa-apa yang mereka dapatkan. Bahkan di zaman yang serba canggih ini mereka malas menggali ilmu yang mereka butuhkan. Hal ini pun terjadi salah satunya dalam dunia pendidikan. Di mana rasa malas menjadikan para pelajar lebih senang mencontek daripada berusaha sendiri terlebih dahulu. Tampak dengan jelas kejujuran semakin hilang dalam benak para manusia pemalas. Mereka lebih mement...

3) 8 Rules for Infinity Loving & Thanking

8 RULES FOR INFINITY LOVING YOURSELVES, THE OTHERS, AND ESPECIALLY THANKING TO ALLAH Bismillaahirrahmaanirraahiim. Dear my blog viewers. Actually, content of this writing kali ini terinspirasi dari pengalaman menghadapi kehidupan. Sebenarnya bukan rules. I mean it likes quotes. Setiap orang punya quotes hidupnya masing-masing. Bukan motto hidup juga, sih. (๑˙ー˙๑). Tapi, semacam hikmah yang seseorang dapatkan setelah melalui ujiannya masing-masing. Allah saja memberi ujian kepada setiap umatNya pun berbeda-beda sesuai dengan kadar kemampuan umatNya itu sendiri. Di sisi lain; pengalaman tidak hanya didapatkan dari apa yang telah kita alami sendiri; tetapi juga bisa dari yang didapatkan orang lain. Entah itu dalam bentuk saran, sharing , atau sebuah inspirasi yang memotivasi kita untuk tetap kuat menjalani hidup. Karena pada hakikatnya, setiap manusia memiliki kehidupannya sendiri namun dengan aturanNya dapat menjadikan kita untuk memilih satu dari dua pilihan yang sama, yaitu akan...