Langsung ke konten utama

8) RETAK

Kebanyakan manusia selalu saja merasa paling tahu akan segala sesuatu dengan berspekulasi alias menduga-duga di atas ketidaktahuannya, memutuskan atas apa yang ia yakini baik untuknya, bertindak atas nalar egonya.

Padahal, langkah itulah yang membuat segalanya mudah retak. Saat mereka hancur, mereka malah menyalahkan orang lain yang menurutnya telah merusaknya.

Bukankah, dia sendiri yang sudah memutuskan pilihan itu?

Wahai manusia pun diriku yang termasuk makhluk terlemah, tolong ingatlah.
Kalimat ini untuk ke sekian kalinya harus dilontarkan.

Kebenaran itu sudah ada standarnya.
Tolong jangan diukur atas baik menurut nalarmu karena itu hanya menjadi pembenaran atas salah yang telah kamu lakukan hingga kamu tak sadar bahwa itu salah atau bahkan kamu sadar itu salah namun mengelak dengan terus mencari alasan.

Kembali pada Allah dan sunnah Rasulullaah.

Jadi, jika hari ini kau bertanya:
"Mengapa seperti ini?"

Jawabannya ini adalah dampak dari pilihanmu sendiri. Istigfar lah, Allah maha pengampun.


"Dealing with human is the greatest danger" - Fazri Kurniawan


Sulit mendapatkan maaf dari manusia.
Kau pun tak tahu apa-apa atas manusia lain.
Jadi berhati-hatilah atas sikapmu, atas ucapanmu, dan atas nalarmu.

Karena hukuman terbesar yang tak bisa diperbaiki adalah penyesalan.

Tak semua yang retak, dapat kembali utuh.

Tapi setidaknya, janganlah kau buat retak itu semakin hancur dengan tidak memperbaiki diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOOK REVIEW : Psikologi Pendidikan Anak Usia Dini

PENDAHULUAN Buku yang berjudul Psikologi Pendidikan Anak Usia Dini (Menumbuh-Kembangkan Potensi “Bintang” Anak di TK Atraktif) ditulis oleh kedua psikolog, yaitu Rozi Sastra Purna, M. Si. dan Arum Sukma Kinasih, M. Psi., psikolog. Buku yang diterbitkan pada tahun 2015 oleh PT Indeks – Jakarta, Indonesia ini; berisi paparan mengenai perlunya masyarakat untuk sadar bahwa pendidikan anak usia dini sangat besar pengaruhnya bagi tahaptahap perkembangan anak selanjutnya. Karena pentingnya proses belajar mengajar pada jenjang ini, banyak lembaga pendidikan mendirikan Taman Kanak-Kanak (TK). Namun, banyaknya jumlah Taman Kanak-Kanak belum juga diikuti dengan upaya untuk meningkatkan mutu guru PAUD, peran orang tua, dan peran masyarakat sekitar dalam tahap perkembangan anak usia dini. Sehingga, buku ini hadir dalam rangka mengisi kekosongan akan buku sumber mengenai paparan pengantar bagi guru, orang tua, dan masyarakat dalam mengiringi perkembangan anak usia dini. REVIEW A. RUAN...

7) Tentang Ruang

Bismillaahirrahmaanirraahiim. Astagfirullaahal’adziim.  Astagfirullaahal’adziim. Astagfirullaahal’adziim . Tiada daya dan upaya selain kekuatan dari-Mu, yaa Allah. Yaa Rabb. Engkaulah sebaik-baik tempat untuk berkeluh kesah. Ampuni hamba-hamba-Mu yang selalu mengeluh akan qadar-Mu. Mungkin bertafakur adalah salah satu cara hamba-Mu untuk berdiskusi dengan-Mu hanya agar kami semua bisa mengambil hikmah dari Engkau, Sang Pencipta dan Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Qadarullaah. Sulit sekali menemukan ruang yang tepat untuk dikatakan nyaman selain menciptakan kata “nyaman” di setiap tempat. Apapun kondisinya, Sulit. Sangat sulit, Di media sosial. Di lingkungan sekolah. Di lingkungan masyarakat luas. Di kumpulan keluarga. Atau mungkin bahkan terjadi pula di dalam rumah. Orang-orang tampak sibuk menjunjung tinggi akan apa yang telah mereka berikan daripada memikirkan apa yang akan seterusnya bisa diberikan. Hakikat kebaikan bukan lagi berlomba-lomba dalam keb...

9) untuk Manusia yang Lupa Diri

manusia yang hidup dalam persepsi selamanya akan terbelenggu dengan berbagai spekulasi menyalahkan orang lain tanpa muhasabah diri karena bisa jadi, semua yang terjadi adalah bentuk dari pilihan yang mudah raib seperti mengikuti ego dengan dalih mengikuti kata hati alih-alih taat, justru jauh dari aturan sang ILLAAHI RABBI manusia selamanya akan hidup pada hal yang tidak pasti selama di dunia ini, satu-satunya kepastian adalah 'tidak pasti' aturan telah hadir untuk dipahami dan ditaati jadi, jika kau bertanya mengapa ini terjadi coba tanyakan lagi, seberapa taat aturan telah kau patuhi jangan sampai kau lupa diri menyalahi yang lain hanya karena tak sama dengan persepsi